22 April 2011

09 Dasar Jurnalistik

  1. Kewajiban dasar jurnalis adalah kebenaran
  2. Loyalitas utama adalah masyarakat
  3. Esensi jurnalistik adalah disiplin verifikasi
  4. Jurnalis harus menjaga independensi
  5. Jurnalis menempatkan diri sebagai pemantau kekuasaan
  6. Jurnalistik harus memberikan ruang / forum bagi publik
  7. Membuat hal yang penting menjadi menarik
  8. Jurnalis membuat berita komprehensif dan proporsional
  9. Jurnalis harus lebih mendengar hati nurani personal

Hari Kartini

R. A. KARTINI ( 21 APRIL 1879 )

Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri jauhari
Putri yang berjasa
Se Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri yang suci
Putri yang merdeka
Cita-citanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendeka kaum ibu
Se-Indonesia

Ibu kita Kartini
Penyuluh budi
Penyuluh bangsanya
Karena cintanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

21 April 2011. Hari kartini kembali diperingati. Hari lahir seseorang yang telah memperjuangkan emansipasi wanita. Agar wanita memilik kebebasan menuntut ilmu dan belajar pada masa itu. Agar wanita memperoleh hak yang sama seperti kaum pria.

Selamat Hari Kartini.. Selamat Berkarya Wanita INDONESIA...

19 April 2011

INI dan ITU

Hari ini Selasa, 19 April 2011 Pukul 17.30 WITA…
Ku mencoba membuka mata untuk melihat apa yang terjadi di sekitar…
Terlalu banyak “keanehan” yang muncul di permukaan…
Terlalu banyak “serangan” dari luar yang tak pernah kita sadari…
Bahkan telah sampai pada ranah-ranah yang sangat urgent….

Tempat ini tak seperti yang dulu lagi…
“banyak yang telah berubah” Kata orang dulu yang menyaksikan keadaan sekarang….
Terlalu banyak toleransi…
Terlalu banyak pelanggaran “yang tidak perlu”…
Keadaan disini sekarang sudah hampir sama dengan yang ada diluar sana…
Tak ada bedanya..
Tak ada lagi yang esklusif….
Mungkin karena terlalu banyak aturan sehingga banyak pelanggaran ?
ENTAHLAH
Apakah ini adalah sebuah tanda-tanda ?
ENTAHLAH
Akankah semua ini dibiarkan begitu saja ?

Butuh Solusi ?
IYA

Mungkin perlu disediakan sebuah REFLEKTOR BESAR untuk membuat orang-orang tersadar…
Melihat keganjalan yang muncul..
Atau perlu sebuah “mesin waktu” untuk kembali ke masa dulu…?
ENTAHLAH, saya juga tidak mengerti akan hal itu..

Masih ada waktu untuk memperbaiki..
Hal ini belum sampai pada akarnya…
Masih bisa menyelipkan langkah “preventif”…
Virus itu belum menjangkit semua individu…

Ini bukan masalah ITU..
tapi masalah INI..