Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahasiswa. Tampilkan semua postingan

23 Juni 2013

Gebrakan Baru Edisi Pertama



Perjalanan ini baru saja dimulai, tetapi sebuah gebrakan besar telah ditorehkan oleh sang pemegang kekuasaan yang baru. Suatu upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang sekaligus sebagai pengabdian masyarakat telah terselesaikan dengan baik. Sebuah semangat yang sangat luar biasa yang telah ditunjukkan oleh sang pemegang kekuasaan beserta jajarannya. Suatu harapan yang sangat besar, semangat ini terus dijaga hingga berpindahnya tongkat estafet kelak sehingga akan lahir berbagai buah pikiran yang berwujud pengembangan daerah dan masyarakat. Ini merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh kaum intelektual untuk memperlihatkan bekal yang telah diperolehnya dari perantauan di negeri orang, yahhh. Ini adalah salah satu bentuk aksi yang dilakukan mahasiswa, ajang pembuktian bahwa kami ada untuk masyarakat dan kami bisa melakukan perubahan. Menepis segala keraguan dari “mereka” yang lebih dulu mengecap asam garam kehidupan.

Kegiatan ini sebenarnya dikemas dalam bentuk yang sangat sederhana bernama BIMBINGAN BELAJAR KPMP Cabang Suppa. Ekslusifnya ini merupakan EDISI PERTAMA sepanjang perjalanan organisasi. Hmmm, sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda maka kegiatan ini pun terlaksana. Membantu mereka yang baru saja mengakhiri masa sebagai seorang pelajar untuk memasuki gerbang perguruan tinggi negeri impian mereka. Dengan sebuah harapan, semakin banyak yang merantau untuk menuntut ilmu di PTN maka kualitas masyarakat pun akan meningkat dan upaya untuk mengembangkan daerah akan sedikit termudahkan.

Sebuah perjuangan yang sangat luar biasa telah ditunjukkan oleh panitia dalam melaksanakan kegiatan ini. Dua Jempol patut diacungkan oleh mereka yang masih peduli dengan “kampung” mereka. Yang masih sempat meluangkan sedikit waktu di tengah kesibukan yang cukup padat. Hmmm, inilah yang disebuat pengabdian berbalut loyalitas. Penghargaan pun patut diberikan kepada para peserta, yang telah bersedia mengikuti kegiatan ini. Sebuah harapan besar, ternyata masih banyak putra-putri daerah yang pikirannya terbuka untuk pergi meninggalkan kampung halaman demi mengejar cita-cita. Mereka inilah generasi muda yang kelak akan membantu pengembangan daerah.

Peserta Bimbel Edisi Pertama


***

Sebulan lamanya mereka ditempa dalam suasana kekeluargaan dalam wadah organisasi untuk menanamkan nilai-nilai organisasi kepada mereka. Meskipun mereka tidak menyadari akan hal itu. Nilai Solidaritas telah ditanamkan kepada mereka, kebersamaan selama sebulan sepertinya cukup untuk membuat mereka saling mengerti satu sama lain. Nilai Loyalitas pun secara tidak langsung ditanamkan kepada panitia yang “tanpa dibayar apapun” meluangkan waktu mereka. Dan masih banyak nilai-nilai yang lain nya.

singkatnya ini merupakan PENGKADERAN yang bersembunyi di balik BIMBINGAN BELAJAR

Semoga Kalian LULUS di pilihan masing-masing


***

TINGGALKAN KAMPUNG HALAMAN SELAGI ANDA MASIH MUDA
KUMPULKAN SEBANYAK MUNGKIN BEKAL DI PERANTAUAN
PULANG KAMPUNG UNTUK MENGEMBANGKAN DAERAH
SELAMAT BERKARYA KAWAN !!!

28 Oktober 2011

Refleksi Pergerakan Mahasiswa melaui Momen Peringatan Sumpah Pemuda

28 Oktober 2011 

Mahasiswa merupakan salah satu bagian dari pemuda Indonesia yang memiliki peranan penting dalam pembangunan dan usaha dalam mengisi kemerdekaan. Posisi mahasiswa yang merupakan jalur penengah antara masyarakat dan pemerintah. Pada dasarnya mahasiswa yang menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat ke pemerintah ( keluhan-keluhan akan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti kenaikan bahan pokok, BBM dan lain-lain ).

Semoga melalui momen peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini menjadi titik balik kebangkitan "kembali" pemuda Indonesia. Mari bersama berkarya untuk bangsa dan mengembangkan negeri ini agar bisa bersaing dengan negara-negara yang lain. Karena pemuda lah yang memegang kontrol dan kendali bangsa ini.

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA
Semoga isi dari sumpah pemuda tak hanya DIBACA dan DIUCAPKAN tetapi dapat DITANAMKAN dalam diri setipa individu dan DIREALISASIKAN dalam aktivitas kita sehari-hari


****

SUMPAH PEMUDA

Pertama
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH SATU, TANAH AIR INDONESIA

Kedua
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERBANGSA SATU, BANGSA INDONESIA

Ketiga
KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA


*****
Gerakan Mahasiswa Indonesia

1908
Keresahan intelektual yang dirasakan oleh para pemuda akan primordialisme Jawa dan sekitarnya maka lahirnya sebuah wadah perjuangan yang memiliki struktur organisasi modern. Maka pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta berdiri lah Boedi Oetomo. Organisasi ini didirikan oleh pelajar mahasiswa dari lembaga pendidikan STOVIA.

Seiring dengan hal itu para mahasiswa yang ada di Belanda mendirikan Indische Vereeninging. Dan kemudian pada tahun 1925, organisasi ini berubah menjadi Perhimpunan Indonesia untuk mempertegas nasionalisme mereka.

1928
Era ini lah yang menjadi kebangkitan kaum intelektual dan aktivis pemuda. Hal tersebut ditandai dengan munculnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dicetuskan melalui Kongres Pemuda II yang berlangsung di Jakarta pada tanggal 26-28 Oktober 1928. Kongres ini diwadahi oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia ( PPPI )

1945
Dinamika yang terjadi dalam pergerakan nasional menghadirkan kelompok-kelompok studi dan kemudian berkembang menjadi partai politik seperti PBI dan PNI.
Salah satu peran angkatan muda 1945 yang bersejarah, dalam kasus gerakan kelompok bawah tanah yang antara lain dipimpin oleh Chairul Saleh dan Soekarni saat itu, yang terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan Hatta agar secepatnya memproklamirkan kemerdekaan, peristiwa ini dikenal kemudian dengan Peristiwa Rengasdengklok.

1966
Munculnya KAMI diikuti berbagai aksi lainnya, seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), dan lain-lain.

Pada tahun 1965 dan 1966, pemuda dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan yang ikut mendirikan Orde Baru. Gerakan ini dikenal dengan istilah Angkatan '66, yang menjadi awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional.  Setelah Orde Lama berakhir, aktivis Angkatan '66 banyak yang mengisi pos penting  di pemerintahan Orde Baru.

1974

Generasi 1974 yang dialami adalah konfrontasi dengan militer. Mahasiswa melancarkan berbagai kritik dan koreksi terhadap praktek kekuasaan rezim Orde Baru, seperti Golput pada pemilu pada 1972. Reaksi lain yang muncul adalah protes terhadap kenaikan BBM dan tuntutan pemberantasan korupsi yang kemudian lahirlah gerakan “Mahasiswa Menggugat”. Dalam tahun 1972, mahasiswa juga telah melancarkan berbagai protes terhadap pemborosan anggaran Negara.

Pada tanggal 15 Januari 1974 terjadi peristiwa Malari memprotes PM Jepang Kakuei Tanaka yang datang ke Indonesia. Gerakan mahasiswa di Jakarta meneriakan isu "ganyang korupsi" sebagai salah satu "Tritura Baru”

1978

Pada periode ini terjadinya pendudukan militer atas kampus-kampus karena mahasiswa dianggap telah melakukan pembangkangan politik, penyebab lain adalah karena gerakan mahasiswa 1978 lebih banyak berkonsentrasi dalam melakukan aksi diwilayah kampus. Perjuangan gerakan mahasiswa 1978 menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk menyatakan sikap terbuka untuk menggugat bahkan menolak kepemimpinan nasional.

Era NKK/BKK

Era ini menerapkan konsep Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) oleh pemerintah secara paksa. Konsep ini mencoba mengarahkan mahasiswa hanya menuju pada jalur kegiatan akademik, dan menjauhkan dari aktivitas politik karena dinilai secara nyata dapat membahayakan posisi rezim.

1990

Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK) menetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra kampus yang diakui adalah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), yang didalamnya terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Dengan dihidupkannya model-model kelembagaan yang lebih independen, meski tidak persis serupa dengan Dewan Mahasiswa yang pernah berjaya sebelumnya upaya perjuangan mahasiswa untuk membangun kemandirian melalui SMPT, menjadi awal kebangkitan kembali mahasiswa ditahun 1990-an.

1998
Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" (korupsi, kolusi dan nepotisme ). Pendudukan yang terjadi di gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Hingga pada akhirnya memaksa Presiden Soehartomelepaskan jabatannya.


HIDUP MAHASISWA !!!