17 September 2011

My Grandfather

Catatan pribadi ku dari facebook.
Tulisan yang saya buat beberapa bulan lalu..

***
12 Februari 2009
Telah kembalian ke hadapan-NYA..
Orang yang paling saya HORMATI.. orang yang paling saya BANGGAKAN..
Orang yang membuat saya bisa "MENGHARGAI WAKTU"
Orang yang telah memberikan "ILMU DISIPLIN" sejak kecil..
Sumber INSPIRASI, PANUTAN sekaligus IDOLA saya..

Beliau adalah MY GRANDFATHER..
Dari beliau lah saya BELAJAR...

12 Februari 2011

Tidak terasa sudah dua tahun dia pergi..
Mudah-mudahan beliau tenang di sana dan mendapatkan tempat yang terbaik..
Doa kami akan terus menyertaimu..

Terima Kasih atas "ILMU DISIPLIN" yang telah di ajarkan
Ini akan sangat berguna bagi saya..

Semoga Kemarau Panjang ini Cepat Berakhir


Air.. Air.. Air..
Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air, susah dibayangkan apa yang akan terjadi pada bumi ini dan makhluk hidup yang berada di planet ini. Sebagian besar aktivitas keseharian manusia butuh air. Dari memasak, minum, mandi, mencuci dan masih banyak lainnya.

Tetapi dalam beberapa minggu terakhir ini akhir menjadi sorotan utama di kampus. Kalau dalam istilah twitter sudah jadi trending topic. Sorotan yang terjadi bukan karena manfaat air yang sangat besar tetapi karena terjadinya kelangkaan air di kampus. Hal ini terjadi akibat kemarau yang berkepanjangan. Kasusnya hampir sama dengan kelangkaan BBM beberapa dekade yang lalu. Orang-orang harus berjalan kesana kemari untuk medapatkan air. Bahkan harus menempuh perjalanan beberapa km ( 0.01 km ). Kejadian tersebut bisa kita jumpai ketika hendak melaksanakan shalat. Sumber air yang biasanya menjadi tempat berwudhu, kering. Bahkan tetesan air pun tidak ada. Sehingga memaksa mereka untuk mencari air di luar kampus.

Efek tidak adanya air, berdampak sangat besar pada kondisi WC yang ada. Adanya oknum yang tidak bertanggung jawab membuat WC menjadi tidak nyaman bagi orang-orang yang lewat di sekitar WC tersebut. Mereka seenaknya menggunakan WC tanpa memikirkan dampak yang bias ditimbulkan. Cukup Miris.

Hal yang sama terjadi juga di daerah pondokan ( tempat tinggal sebagian mahasiswa ). Efek kemarau panjang juga sangat terasa. Ada beberapa tempat yang tak ada air dan ada juga yang airnya agak asin. Dan tentunya hal ini akan mengganggu kehidupan di sana. Hal ini dipandang sangat tidak sehat bagi mereka.

Banyak masalah yang timbul akibat kelangkaan air. ( susah dibayangkan bagaimana kalau air hilang dari planet ini ). Salah satu masalah yang dalam pikiran saya yang ditimbulkan dari hal diatas  (masih sebatas hipotesa) adalah semakin malasnya Mahasiswa datang ke kampus. Memang sedikit aneh dan memaksakan kalau menghubung-hubungkan antara keduanya. Tetapi realita yang terlihat demikian. Koridor rindu akan orang-orang yang berjalan di atasnya. Kampus terlihat sepi pengunjung. Dan hal ini bersamaan dengan keluhan beberapa penghuni kampus akibat kelangkaan air.

***

Ternyata Kemarau Panjang berdampak pada Kehadiran Mahasiswa di Kampus
Semoga kemarau ini cepat berakhir, agar kampus ini tak lagi merasa kesepian

15 September 2011

Selamat Jalan "Teman". Waktunya untuk Berpisah



Telah ditemukan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi para pelajar khususnya “MAHASISWA”. Penyakit yang tidak teridentifikasi oleh dokter manapun di dunia. Tak ada tanda-tanda fisik yang tampak jelas oleh mata orang yang terjangkit penyakit ini. Semua hanya bisa terlihat ketika kita kita sangat dekat dengan orang itu. Lebih lanjut, belum ada satupun apoteker yang bisa meramu obat untuk menyembuhkan penyakit jenis ini.

( Hahahaha… terlalu dan sangat terlalu membesar-besarkan kayaknya gambaran di atas )

Jujur dan percaya, penyakit itu pernah menghampiri saya. Meskipun pada akhirnya dapat teratasi. Penyakit itu tak lain dan tak bukan adalah “MALAS”. Kalau dipikir-pikir sih ini bukanlah sebuah penyakit tapi kalau dipikir-pikir lagi bisa jadi sebuah penyakit. ENTAHLAH !!!

Ahhh.. Tinggalkan masalah penyakit itu… Tidak jelas ji juga…

----------------------*****----------------------

Malas.. Malas.. Malas.. Merupakan momok yang sangat menakutkan. Entah dari mana datangnya itu. Tidak pernah dipanggil dan diharapkan datang. Tetapi dia datang begitu saja, malahan selalu mengikuti di segala aktivitas sebagai “pengganggu”.  Malas seolah-olah menjadi TEMAN ( Ahh.. Tidak..!!!!! Cuma dia yang menganggap kita teman, tapi tak sedikit pun berpikir tuk berteman dengannya.. ). Tetapi kalau dipikir, memang malas seolah-olah menjadi teman, yang sangat setia meskipun dalam kenyataannya merupakan “teman yang tidak dianggap”.

Malas.. Malas.. Malas.. Selalu membayang-bayangi setiap hari. Di saat berada di titik kejenuhan dan aktivitas yang sangat padat, dia semakin setia menemani. Malah di jadi “penyemangat” untuk semakin jenuh dan bosan dengan apa yang kita kerjakan. Lebih parah lagi, malas bisa menjadikan kita menunda-nunda pekerjaan. Membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang jelas yang kita kerja. Malas juga bisa membawa kita untuk meraih sebuah achievement dan berbagai award sebagai “The Best Procrastinator”. Sebuah penghargaan yang sangat dan sangat tidak diharapkan ( meskipun ada sertifikat dan pialanya )

***
           
Sekaranglah waktunya untuk berpisah teman.  “Terima Kasih” kau telah menemani hari ku selama ini meskipun itu tidak saya harapkan. “Maaf” aku tak bisa berteman lagi dengan mu dan memang tak bisa dipungkiri, sejak lama aku ingin ini terjadi . Aku telah menemukan “sahabat” ku lagi yang selama ini kucari-cari. Dia-lah sahabat terbaikku yang akan menemani hari-hari ku ke depan ( My [Lost] Spirit ).

Selamat Jalan “Teman”.. Waktunya tuk berpisah
Semoga Kau tak kembali lagi ke sini