6 April 2011

[Hanya] Replika Kebenaran


Sungguh sudah banyak yang berubah di sini dari hal-hal yang paling kecil sampai hal-hal yang sangat besar dan berpengaruh.  Terkadang orang hanya berpikir tentang hari ini sehingga mereka seakan-akan mereka lupa bahwa masih ada hari esok yang harus dilalui. Tindakan dilakukan berdasarkan nafsu semata tanpa pernah berpikir apa yang akan terjadi nanti. Logika tak lagi bisa berjalan ketika jiwa dan raga ini sudah dirasuki oleh perasaan. Semuanya mulai bermain di ranah yang sangat halus. Terlalu banyak toleransi yang diberikan untuk berusaha menutupi lubang yang penuh dengan bangkai.  Sampai-sampai kebenaran itu dibuat samar-samar atas nama kekeluargaan. Yang hitam diusahakan jadi putih dan yang putih berusaha di hitamkan.
            Banyak hal-hal aneh yang muncul tiba-tiba ke permukaan ketika telur sudah ada di ujung tanduk. Berusaha menyembunyikan kebenaran dalam kotak yang sangat rapat, dan mempropagandakan kebohongan kepada orang yang tidak mengerti. Memunculkan hal-hal logis yang bisa mendukung bahasa kebohongan. Ironis meilhat hal ini, kebohongan sudah menjadi virus baru yang mulai menjangkit ke orang-orang yang belum punya proteksi diri. Sehingga tak heran jika banyak dari mereka yang “sakit” dan masih dalam pembaringan panjang. Belum jua mendapatkan petunjuk untuk menyembuhkan penyakit mereka karena virus itu terus mengikuti di setiap detik langkah.
            Kebenaran yang seutuhnya tak lagi di jumpai dalam segala kondisi. Hanya replika dari kebenaran yang sering datang menghampiri.  Memberikan “angin segar” pada sesuatu yang dilaluinya. Replika tersebut adalah kebohongan yang terbalut oleh kamuflase, terbungkus rapi oleh kebohongan itu sendiri.
            Banyak yang tidak sadar akan hal ini, banyak yang tak pedulu dengan hal ini dan banyak pula yang mendukung hal ini. ENTAHLAH..!!!. Biarkan lah waktu yang menemukan solusi dan memberikan jawaban tentang semua ini. Supaya mereka “tersadar” akan hal ini.

31 Maret 2011

Ada Apa dengan Kampus Hari Ini ?


Apa yang terjadi hari ini..?
Miris melihat kondisi kampus sekarang. Semakin hari semakin sepi. Entah ke mana kaum intelek itu bersembunyi. Aneh rasanya ketika berjalan meneluri koridor dan setiap sudut-sudut di kampus hanya bisa berinteraksi dengan tulisan-tulisan di papan-papan pengumuman. Tertunduk memandangi tegel-tegel yang masih kelihatan bersih. Entah karena baru dibersihkan atau tak ada orang yang menginjaknya.

Ruang Kuliah..?
Kondisi yang sama di jumpai di sana. Ruang kelas juga sepi, hanya beberapa orang-orang yang mau belajar duduk memandangi papan tulis seraya memasang telinga mendengar sang motivator yang berdiri di depan yang sedang berusaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dan hanya sebagian dari mereka yang menggerakkan tangan untuk menggoreskan tinta di kertas kosong yang mereka pegang. Mencoba untuk menyalin kata-kata yang keluar dari mulut sang pendidik.

Tempat Kumpul..?
Hanya satu atau dua orang yang kita jumpai di sana, jarang lagi terdengar canda tawa. Jarang lagi ada kios dadakan, jarang lagi ada kerja tugas dan jurnal di sana. Bahkan yang lebih parah, hanya bangku kosong yang berdebu di jumpai di sana. Jarang lagi orang berkumpul untuk menutup jalan sepanjang koridor.

Regular Malam..?
Kurangnya cahaya yang menyinari koridor mencerminkan kondisi regular malam. Hanya segelintir orang yang masih bertahan dalam kehidupan yang mungkin di anggap orang “tidak jelas”.

Ada apa ini..? Apa yang terjadi..?
Apa yang terjadi dengan kampus, sehingga semuanya seakan-akan berubah 180 derajat. Mungkin kah perubahan yang cukup signifikan ini terjadi akibat pengaruh eksternal, atau berasal berasal dari internal sendiri.

Di manakah kaum-kaum intelek yang dulu meramaikan kampus ? Apakah mereka tidak lagi menemukan zona nyaman di kampus ?. Tidak ada kah lagi hal-hal yang menarik di kampus sehingga mereka cenderung merasa nyaman berada di luar sana.

Ingin rasanya kembali ke beberapa saat yang baru berlalu. Ketika sepanjang koridor penuh sesak, sampai susah untuk melintas. Terkadang harus berdesak-desakan seperti di “pasar” untuk berjalan dari ujung satu ke ujung yang lainnya. Mendengar canda tawa di semua pojok. Melihat kondisi para penghuni kampus ketika menjalani praktikum-praktikum. Dan terkadang banyak dari mereka yang di landa kepanikan sebelum praktikum dan ketika ada tugas. Banyak ekspresi yang tergambar dari raut muka. Banyak interaksi dan sosialisasi yang terjadi.

Rindu dengan kondisi kampus yang dulu. Sangat ingin kembali ke masa itu, tapi tidak mungkin. Semoga kondisi itu tak hanya sekedar menjadi kenangan masa lalu dan masih bisa terwujud sekarang.  

6 Februari 2011

Find My [Lost] Spirit

Seminggu memang waktu yang sangat singkat. Tetapi entah kenapa, sangat terasa sangat panjang. Berada di kampung halaman yang tercinta sangat dan sangat mengasyikkan. Melepaskan penat setelah kurang lebih satu semester berkutat dengan aktivitas-aktivitas di kampus. Entah itu Kuliah, Organisasi, Kegiatan di Lab dan masih banyak lainnya yang tidak bisa disebutkan satu-satu.

Keletihan selama itu seakan-akan terlupakan sejenak. Pikiran terasa segar kembali dan siap untuk menghadapi aktivitas-aktivitas selanjutnya.

“ Inilah LIBUR yang sesungguhnya”. Kata-kata itulah yang pantas untuk menggambarkan situasi sekarang. Betul-betul tak ada aktivitas yang “terlalu” menguras TENAGA dan PIKIRAN. Hanya “makan dan tidur”. Itulah aktivitas yang mendominasi akhir-akhir ini.

Perbaikan Gizi… Perbaikan Gizi… Perbaikan Gizi… Itulah tag line yang didengung-dengungkan. Hahahahaha…

Memang harus di sadari, kehidupan yang “jauh” dari orang tua memang serasa tidak teratur meskipun dicoba untuk membuatnya teratur. Jadi “PULKAM” adalah moment untuk membuatnya jadi teratur. Makan harus teratur dan bergizi ( Kalau perlu 4 sehat 5 sempurna )

Menerapkan “POLA HIDUP SEHAT” lah.. hahahhaha ( Apakah ? )

…………………………………………………………………….****……………….……………………………………………………

Hah…. Yang di atas itu bukanlah topik TULISAN ini…..

Terasa berubah, terasa kembali ke masa itu. Terasa dan sangat terasa dan semoga bisa bertahan seperti ini.

ENTAHLAH !!!!

Seakan-akan ku kembali ke masa SMP. Semangat itu MUNCUL lagi. Entah dari mana datangnya dan siapa yang memanggilnya. Sangat BINGUNG melihat kondisi ini, tidak tahu bagaimana menghadapinya, tetapi SENANG akhirnya bisa ketemukan kembali SEMANGAT itu. SEMANGAT yang sempat hilang entah ke mana ( dicari-cari tidak pernah ketemu, eh ternyata ketemu juga di sini ).

Sekarang waktunya untuk membiarkan semangat itu terus bertahan, jangan sampai menghilang lagi. Dia akan menjadi sahabat terbaikku hari ini, besok, minggu depan, bulan depan dan seterusnya. Dia yang akan menemani hari-hari ku tuk menjalani aktivitas dan mewujudkan MIMPI-MIMPI ku. ( hahahahahhaha… apakah ini.. terlalu dan terlalu kayaknya )

Semangat itu.. Semangat itu… Semangat itu adalah semangat untuk menumpahkan segala yang ada di pikiran melalui perantara tinta ke sebuah kertas kosong ( itu dulu ). Tetapi yang sekarang adalah menumpahkan isi pikiran huruf demi huruf ke layar monitor melalui perantara keyboard komputer ( semoga keyboard tidak pernah lelah dan bosan untuk menginput karakter ke monitor.. entahlah..!!! ). Mungkin terlalu banyak yang ada di pikiranku selama ini, sehingga seakan-akan semuanya “tumpah” begitu saja seiring datangnya kembali semangat itu. Jari-jari ini seolah tak mau berhenti untuk mengetik huruf demi huruf. Kata-kata itu muncul begitu saja, ide-ide silih berganti berdatangan, inspirasi itu muncul juga. Entah dari mana datangnya semua itu. Mungkin semua itu datang berbarengan dengan semangat tadi ?

ENTAHLAH !!!!

Ini waktunya.. Ini waktunya.. Kata-kata yang selama ini hanya tertulis singkat ( satu kalimat atau bahkan satu kata ) dalam status di bebagai akun jejaring sosial-ku. Kini bisa menjadi satu paragraph bahkan menjadi satu cerita atau satu buku ( bisa ji kah ? hahahaha). Waktunya untuk berekspresi melalui tulisan-tulisan “aneh” dan ide-ide gila yang muncul dari pikiranku.

Hmm… Hmmm.. Satu lagi semangat yang ku temukan dalam seminggu singkat ini. Semangat “MEMBACA”. Entah kenapa dan akupun tidak tahu dan aku tidak habis pikir ( apakah ? ) aku bisa membaca buku setebal itu dalam dua hari. ( Luar Biasa bagiku :geleng-geleng:) Sebuah prestasi yang membanggakan bagiku yang selama 5 tahun terakhir ini “sangat” tidak bisa membaca buku setebal itu ( biasanya baru lihat langsung tidak mau baca ). Mudah-mudahan ini sinyal positif dan bisa bertahan ke depan. Hmm.. hmmm… “aku harus banyak membaca” mulai saat ini. Banyak pengetahuan yang bisa di dapat dari membaca ( hohohoho.. apakah ini ? epenkah ? ) dan banyak REFERENSI yang bisa ku-dapatkan dan akan ku-kumpulkan untuk menulis dan terus menulis ( nah.. ini intinya ). Memupuk terus SEMANGAT-SEMANGAT yang ada…

“aku harus banyak membaca dan menulis”

( kayak anak SD saja atau anak TK mungkin, membaca dan menulis… hahahaha.. entahlah !!! . Sama-sama ji.. Sama-sama masih dalam proses pembelajaran.. hahahahaha..)

ahhh.. sekian dulu tulisan ini.. meski terlalu singkat tetapi tidak apa-apalah, ini baru awal… yang jelasnya saya telah menemukan… “MY [LOST] SPIRIT”


adhi redblack

Suppa, 3 Februari 2011 – 09.50