6 Februari 2011

Lupa Diri ?

Andai aku menjadi seperti dia…

Aku sangat ingin menjadi seperti dia…

“Terlalu banyak kata-kata seperti itu”

Banyak orang yang mau menjadi orang lain. Mereka ingin hebat seperti orang lain.

Tapi sungguh sangat IRONIS jika di tanya..

SIAPA KAU ?

Hmmm… hmmmm…. ( berpikir dan terus berpikir. Entah mau menjawab apa )

Banyak yang tidak bisa menjawab pertanyaan se “MUDAH” itu. Mereka justru menganggap sangat “SUSAH”.

Banyak yang tidak tahu siapa dirinya, apa yang ada dalam dirinya, dan kemampuan apa yang dia miliki.

Banyak orang yang mau terlihat hebat dengan menjadi orang lain.

Banyak orang merasa “MALU” dengan dirinya sendiri.

Tidak kah mereka sadar bahwa MUNGKIN dia bisa LEBIH HEBAT dari orang lain…

Tidak kah mereka sadar bahwa MUNGKIN dia punya KEMAMPUAN yang lebih…

Tidak kah mereka BANGGA dengan dirinya sendiri…

ENTAHLAH !!!!

Berubah tak harus “MENJADI ORANG LAIN”

Tetap menjadi “DIRI SENDIRI”.

Sadarlah bahwa ada “KEMAMPUAN” dalam dirimu yang mungkin belum kau tahu.

Kau boleh “INGIN” menjadi orang lain. Tetapi itu hanya sebatas “KEINGINAN”, tidak lebih dari itu.

INGAT !!!

Kenali lah dirimu dulu. “SIAPA KAU ?” sebelum berandai-andai menjadi “ORANG LAIN”..

Jangan “LUPA DIRI ?”

MENGERTILAH !!!

BE YOURSELF

Tanda Tanya [?]

Terlalu banyak…..

Terlalu banyak…..

Terlalu banyak tanda tanya yang muncul ke permukaan

Terlalu banyak tanda tanya yang muncul di akhir kalimat

Terlalu banyak tanda tanya yang ‘sengaja’ di tebarkan di mana-mana

Terlalu banyak pertanyaan yang tak bisa terjawab atau ‘sengaja’ tak di jawab

Terlalu susah untuk mengubah tanda tanya menjadi tanda seru atau tanda titik

???????????????????????????

Kenapa bisa…?

Kenapa bisa…?

Kenapa sangat susah untuk meminimalisir tanda tanya ?

Kenapa sangat susah untuk mengubah tanda tanya menjadi tanda seru ataupun tanda titik ?

Bukankah dengan meluruskan bengkokan tanda tanya sudah menjadi tanda seru ?

Bukankah dengan menghilangkan bengkokan tanda tanya sudah menjadi tanda titik ?

ENTAHLAH !!!!

Sampai kapan tanda tanya terus mendominasi akhir kalimat ?

Kapan kita bisa menyeimbangkan tanda tanya dengan tanda seru atau titik ?

BERPIKIRLAH UNTUK HAL ITU.

JAWABLAH DALAM DIRIMU !

“Ini hanya masalah tanda tanya”

1 Februari 2011

Ku tatap Langit Malam

Tak ada bintang di sana

Tak ada yang menampakkan dirinya

Entah ke mana mereka pergi..

Mungkin mereka bersembunyi di balik “AWAN” , takut melihat “REALITAS” yang ada

Mungkin mereka pergi “LIBURAN”, menenangkan pikiran setelah menjalani kerasnya “HIDUP”

Mungkin mereka sedang “ISTIRAHAT”, menyiapkan tenaga untuk bias bersinar lebih “TERANG”

ENTAHLAH !!!!

Itu hanya perkiraan kita

Tetapi yang masih penuh dengan tanda tanya..

Sampai kapan tak ada “BINTANG” di “LANGIT MALAM”…?

Bosan ku menatap langit tanpa ada yang bersinar di sana..

Bosan ku menatap langit yang hitam saja…

Kapan keindahan itu dapat dinikmati lagi..?

ENTAHLAH !!!!

Ini hanyalah sebuah pertanyaan yang tidak butuh dijawab dengan KATA-KATA…

MENGERTILAH !!!